BERITA
Belajar Toleransi dari Tiga Tempat Ibadah, Siswa SMPK Sang Timur Malang Mengenal Keragaman
24/Aug/2026

Malang - Suasana belajar yang berbeda dirasakan siswa dan guru SMPK Sang Timur Malang saat mengunjungi tiga tempat ibadah di Kota Malang, Senin (24/8/2026). Bukan sekadar melihat bangunan tempat ibadah, para siswa diajak mengenal sejarah, ritus, serta kehidupan umat dari tiga tradisi keagamaan melalui kunjungan ke Pura Luhur Dwijawarsa, Vihara Dhammadipa Arama, dan Kelenteng Eng An Kiong. Rombongan dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas empat regu. Kelompok pertama menuju pura, sedangkan kelompok kedua mengunjungi vihara, sebelum seluruh peserta berkumpul di kelenteng.
Di Pura Luhur Dwijawarsa, rombongan disambut Ketua Yayasan I Wayan dan Bapak Nyoman. Para siswa mendapat cerita mengenai sejarah berdirinya pura, berbagai ritus keagamaan, hingga fungsi sejumlah tempat yang digunakan dalam peribadatan. Di waktu yang sama, kelompok lain belajar di Vihara Dhammadipa Arama dengan didampingi seorang biksu dan atthasilani. Penjelasan tentang kehidupan para biksu dan ritus umat Buddha membuat siswa tidak hanya melihat tempat ibadah, tetapi juga memahami kehidupan keagamaan yang berlangsung di dalamnya. Setelah penjelasan, rombongan diajak melihat langsung area peribadatan.
Perjalanan kemudian berlanjut dengan pertemuan seluruh kelompok di Kelenteng Eng An Kiong. Di sana, para siswa dan guru diterima Ketua Yayasan Rudhi Phan yang menjelaskan sejarah kelenteng yang telah memasuki usia lebih dari dua abad. Para peserta juga diperkenalkan pada aktivitas keagamaan dari tiga tradisi yang hidup berdampingan di dalam kelenteng, yakni Konghucu, Taoisme, dan Budha. Ketiganya memiliki ruang khusus untuk menjalankan kegiatan keagamaan, memberikan gambaran nyata kepada siswa tentang keberagaman yang dapat berjalan berdampingan dalam satu lingkungan.
Bagi Richie, kunjungan ke Kelenteng Eng An Kiong terasa lebih personal. Siswa tersebut mengaku cukup sering datang ke kelenteng untuk berdoa, sehingga kesempatan kali ini membuatnya semakin mengenal tempat yang sudah tidak asing baginya. “Saya senang bisa datang ke sini karena saya sering berdoa di kelenteng. Sekarang saya jadi lebih tahu sejarah kelenteng dan kegiatan keagamaan yang ada di sini,” ujar Richie. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan foto bersama, meninggalkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga memperlihatkan bahwa keberagaman dapat dikenali, dihargai sebagai bentuk toleransi umat beragama. (inod)
Link foto: kunjungan
- Manggala Pasti 2026: Perkemahan Penggalang SMPK Sang Timur Malang
- Serunya Berbagi Pengalaman: Siswa SMPK Sang Timur Malang Presentasikan Hasil Safari Tempat Ibadah
- Belajar Toleransi dari Tiga Tempat Ibadah, Siswa SMPK Sang Timur Malang Mengenal Keragaman
- Upacara HUT ke-81 RI di Sang Timur Malang, Momentum Menumbuhkan Cinta Tanah Air dan Solidaritas
- Semarak Lomba HUT ke-81 RI di SMPK Sang Timur Malang
- Upacara Hari Pramuka ke-65 SMPK Sang Timur Malang
- JULI : Jumat Literasi di SMPK Sang Timur Malang
- Pembukaan MPLS 2026 SMPK Sang Timur Malang
- Purnawiyata 2026 SMPK Sang Timur Malang: Our Next Chapter
- Kongregasi Suster Sang Timur: 94 Tahun Berkarya di Indonesia