SMP Katolik Sang Timur Malang

SMP Katolik Sang Timur Malang

BERGEMBIRA - BERSAUDARA - BERBUDAYA
NPSN: 20533742 - Akreditasi A
BERITA

Gerakan Bijak Pangan Generasi Muda SMP Katolik Sang Timur Malang

17/Oct/2026

Di tengah ancaman krisis iklim dan disrupsi rantai pasok global, isu ketahanan pangan kini telah menjadi pilar krusial bagi kedaulatan suatu bangsa. Indonesia sebenarnya memiliki benteng pertahanan pangan yang sangat kuat berupa keanekaragaman komoditas lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung. Sayangnya, ketergantungan masyarakat modern pada komoditas beras serta tingginya angka limbah makanan (food waste) perlahan mengikis kekayaan tradisi tersebut. Menjawab tantangan ini, Tim Kesiswaan SMP Katolik Sang Timur Malang menggelar Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia bertajuk "Jelajah Pangan Nusantara: Dari Keberagaman Budaya menuju Inovasi Masa Depan" pada Jumat, 16 Oktober 2026, sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter generasi muda.

  Hadir sebagai narasumber utama, Marleona Sawamanay, S.Kep., Ns (Perawat Pendidik & Praktisi Kesehatan), menekankan keterkaitan erat antara pola konsumsi pangan dan kualitas kesehatan bangsa. Ketergantungan berlebih pada beras dan makanan olahan tinggi gula berisiko memicu masalah gizi ganda, seperti stunting di satu sisi serta obesitas di sisi lain. Melalui diversifikasi pangan non-beras berbasis kearifan lokal, tubuh tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang kaya dan seimbang, tetapi masyarakat juga turut melestarikan warisan budaya Nusantara yang berharga.
 
  Seminar ini juga membuka wawasan para siswa akan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi krisis pangan global. Pelajar diajak untuk melihat bahwa ketahanan pangan nasional sangat rentan jika terus bergantung pada bahan baku impor. Di era digital saat ini, para siswa memegang peranan strategis untuk melahirkan berbagai inovasi masa depan, mulai dari pemanfaatan teknologi pertanian modern (smart farming) hingga penguatan literasi dan edukasi konsumsi berkelanjutan di media sosial.

 Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa menjaga ketahanan pangan adalah tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar. Kepedulian tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata sehari-hari, seperti menolak perilaku membuang-buang makanan (food waste), menghargai setiap bulir hidangan, dan membiasakan diri mengonsumsi bahan pangan lokal yang sehat. Melalui langkah sederhana ini, para siswa SMPK Sang Timur Malang telah mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaulat pangan di masa depan. (utari)

 kembali